
Mereka menemukan bahwa pasien yang terinfeksi menghembuskan cukup banyak virus ke layar ponsel mereka untuk memberikan diagnosis yang akurat antara 81 hingga 100%.
Dilansir dari Daily Mail, Jumat (25/6) tetapi metode menyeka ponsel memerlukan sampel untuk dianalisis di laboratorium, dengan cara yang sama seperti tes PCR standar emas saat ini.
Tim mengatakan, metode menyeka ponsel hanya membutuhkan waktu 6 jam untuk mendapatkan hasil dan menghasilkan lebih sedikit positif palsu daripada PCR yang membutuhkan 24 jam.
Baca Juga : Gejala Kolesterol Tinggi pada Mulut yang Harus Diketahui
Dr Rodrigo Young, penulis utama studi ini mengatakan bahwa menyeka ponsel dapat menjadi akhir dari penggunaan tes swab. Swab hidung dan pengujian laboratorium tetap menjadi standar emas untuk mendeteksi Covid-19.
"Tetapi metode (menyeka telepon) ini dapat digunakan untuk pengujian massal dan menghentikan penularan tanpa gejala ketika orang tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi," kata Dr Rodrigo.
Sampel diambil langsung dari permukaan dan pelindung ponsel dan dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Sesampai di sana, tes mengikuti prosedur yang sama seperti tes PCR biasa untuk menentukan apakah seseorang telah tertular Covid-19 atau tidak.
Baca Juga : Covid-19 pada Anak Melonjak, Protokol Kesehatan Keluarga Perlu Ditegakkan Lagi
Tes Phone Screen Testing (PoST) diproduksi oleh startup Diagnosis Biotech, yang berbasis di Chili. Cara ini telah digunakan di sekolah dan kantor di negara Amerika Selatan.