loading...
Wacana penerapan e-voting pada Pemiu 2024 akhirnya gugur. Foto/ilustrasi.SINDOnews
"Wacana untuk menerapkan elektronik voting tidak akan digunakan pada tahun 2024," kata anggota Komisi II DPR, Muhammad Rifqizamy Karyasuda dikutip Minggu (15/5/2022).
Baca juga: Menimbang E-Voting dan Pengawasan Pemilu 2024
Politikus PDI-Perjuangan itu menyampaikan bahwa hal ini diputuskan dengan mempertimbangkan berbagai alasan. Salah satunya, terkait dengan belum meratanya infrastruktur teknologi informasi di Indonesia, dan berbagai macam hal-hal lain yang harus dipersiapkan terkait dengan persoalan tersebut.
"(Sementara) KPU, Bawaslu, Komisi II DPR RI, pemerintah dan DKPP sepakat bahwa seluruh sistem informasi yang sekarang existing ada digunakan KPU Bawaslu akan dipertahankan," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo ), Johnny G Plate, mendorong digitalisasi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, dengan penerapan E-Voting. Hal ini disampaikan Menkominfo dalam Rapat Koordinasi Digitalisasi Pemilu Untuk Digitalisasi Indonesia, Hilton Resort Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (22/3/2022).
Menurut Menkominfo , pengadopsian teknologi digital dalam pemilu ini memiliki manfaat guna mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam proses kontestasi politik yang legitimate baik. Mulai dalam tahapan pemilih, verifikasi identitas pemilih, pemungutan suara, penghitungan suara, hingga transmisi serta tabulasi hasil pemilu.
"Melalui pemungutan suara online yang bebas, adil dan aman, serta melalui sistem e-vote atau internet voting," kata Johnny dikutip dari laman resmi Kominfo, Rabu (23/3/2022).
(muh)