:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pedagang-Minyakita-di-Pasar-Wonokromo-OK.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pedagang di Pasar Minggu mengaku harga Minyakita telah mencapai Rp18.000 per liter meski HET masih Rp15.700 per liter.
- Sejumlah pedagang menyebut stok Minyakita semakin langka dan harga beli dari agen sudah tinggi.
- Konsumen mulai beralih ke minyak goreng merek lain karena selisih harga dengan Minyakita dinilai tidak terlalu jauh.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita, yang saat ini di level Rp15.700 per liter.
Walau HET belum naik, tetapi harga Minyakita di lapangan sudah lama melonjak menjadi Rp18.000 per liter.
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, di Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Sabtu (13/6/2026), sebagian besar pedagang sudah jarang menjajakan Minyakita di tokonya.
Baca juga: DPR Desak Pemerintah Sanksi Tegas Penimbun Minyakita Jika HET Naik
Terlihat justru beberapa minyak goreng merek lain yang lebih premium dan minyak goreng curah yang dipajang di bagian depan toko.
"Ini sebenernya barangnya juga langka, tapi kalaupun ada itu harganya sudah di atas HET dijualnya, terakhir jual itu Rp18.000 per liter," kata seorang pedagang sembako di Pasar Minggu, Rudi, saat ditemui reporter Tribunnews.
Kenaikan harga terhadap Minyakita disampaikan Rudi sejatinya sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Rudi juga menyatakan, saat ini dirinya justru lebih sering menjual minyak goreng kemasan merek lain yang lebih premium dibandingkan dengan Minyakita karena diminta oleh pelanggan.
Hal itu didasari karena kata dia, harga jual di antara kedua jenis minyak goreng itu hanya selisih tipis.
"Iya paling selisih Rp2.000 an, jadi kadang lebih banyak yang pilih yang ini (merek lain)," ucap Rudi.
Hal senada juga diutarakan pedagang lainnya yakni Sutinah, dia mengaku saat ini banyak pedagang termasuk dirinya yang bingung dalam menentukan harga jual untuk Minyakita.
Sebab kata dia, modal yang dikeluarkan untuk membeli Minyakita dari agen sudah tinggi dan di atas HET.
"Iya kita modalnya aja udah lumayan (tinggi) jadi bingung jualnya," ucap Sutinah.
Sebagai alternatifnya kata Sutinah, dia justru lebih mendahulukan penjualan minyak goreng merek lain.
Terlebih, stok atau ketersediaan terhadap Minyakita sudah mulai sulit didapat sejak beberapa bulan ini.
"Sekarang juga banyak (pelanggan) nyari yang merek-merek kaya gini, tetep ada sih yang nyari (Minyakita) tapi kadang juga stoknya susah," tandas dia.