Wednesday, May 27, 2026

Jubir Gerindra Minta Publik Tak Politisasi Lawatan Prabowo ke Prancis saat Iduladha

0 comments
Ringkasan Berita:
  • Jubir Partai Gerindra Bahtra Banong menilai, kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Prancis tidak seharusnya dipersoalkan hanya karena bertepatan dengan Iduladha.
  • Pasalnya kunjungan kerja itu merupakan agenda diplomasi strategis yang telah dipersiapkan secara matang antarnegara 
  • Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, Prabowo tengah menjalankan misi memperkuat hubungan strategis Indonesia dengan negara-negara mitra penting, termasuk Prancis.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru bicara (Jubir) Partai Gerindra Bahtra Banong menilai, kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis merupakan agenda diplomasi strategis yang telah dipersiapkan secara matang antarnegara dan tidak seharusnya dipersoalkan hanya karena berlangsung bertepatan dengan momentum Iduladha.

“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” kata Bahtra kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).

Menurut Bahtra, di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, Presiden Prabowo tengah menjalankan misi memperkuat hubungan strategis Indonesia dengan negara-negara mitra penting, termasuk Prancis.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu menyebut hubungan Indonesia dan Prancis memiliki nilai strategis di berbagai sektor seperti pertahanan, investasi, teknologi, energi, hingga industri strategis nasional.

Bahtra juga menyoroti kedekatan hubungan antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron dalam setahun terakhir. 

Ia mengingatkan bahwa sebelumnya Prabowo mendapat kehormatan sebagai tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day pada 2025 lalu.

Baca juga: Prabowo Kunjungan Kenegaraan ke Prancis, Seskab: Bahas Kerjasama Super Strategis

“Yang harus dilihat publik adalah manfaat konkret untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” ucapnya.

Bahtra menilai langkah Presiden Prabowo menunjukkan praktik politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada kepentingan nasional melalui jalur diplomasi internasional.

“Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global," katanya.

Selain itu, Bahtra mengatakan Presiden Prabowo tentu memiliki keinginan untuk merayakan hari raya bersama masyarakat di Tanah Air. 

Namun, sebagai kepala negara, terdapat tanggung jawab kenegaraan yang harus dijalankan, termasuk menghormati agenda diplomatik yang telah disiapkan bersama Presiden Macron.

Baca juga: Presiden Prabowo Kemungkinan Rayakan Idul Adha di Prancis

Menurut Bahtra, keputusan Presiden Prabowo tetap menjalankan kunjungan kerja luar negeri di tengah momentum Idul Adha menunjukkan kepentingan bangsa ditempatkan di atas kepentingan pribadi.

“Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya tiba di Bandara Orly, Paris, Prancis, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. 
Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo di negara mode tersebut.

Adblock test (Why?)



No comments:

Post a Comment