Thursday, January 22, 2026

Beasiswa Patriot Diluncurkan Februari 2026, Program Kementerian Transmigrasi Cetak Pemimpin Lapangan

0 comments
Ringkasan Berita:
  • Beasiswa Patriot diluncurkan Februari 2026 untuk mencetak SDM unggul yang mampu memimpin dan menggerakkan masyarakat di lapangan.
  • Program ini menargetkan transmigran patriot yang membuka lapangan kerja dan membangun pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
  • Peserta Beasiswa Patriot akan menempuh pendidikan lalu menjalani penugasan satu tahun, fokus pada pengembangan industri lokal, perikanan, kesehatan, dan teknologi terapan.

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Transmigrasi memastikan bahwa Beasiswa Patriot akan resmi diluncurkan pada Februari 2026.

Program ini bertujuan mencetak sumber daya manusia unggul yang tidak hanya terdidik, tetapi juga mampu memimpin, mengambil keputusan, dan menggerakkan masyarakat di lapangan, peran yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Selain itu, program ini juga dirancang untuk melahirkan transmigran patriot, yakni talenta terdidik yang ditugaskan langsung ke kawasan transmigrasi untuk membuka lapangan kerja dan membangun pusat-pusat ekonomi baru.

Dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026, Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, memastikan Beasiswa Patriot akan diluncurkan secara resmi pada Februari 2026, sebagai bagian dari transformasi transmigrasi berbasis pembangunan manusia.

"Ini investasi jangka panjang. Indonesia membangun manusia unggul agar mampu memimpin di situasi yang tidak bisa dijawab oleh teknologi," ujar Menteri Iftitah, dikutip dari transmigrasi.go.id, Rabu (21/1/2026).

Menteri Iftitah menekankan bahwa meski teknologi terus berkembang, kekuatan utama Indonesia tetap berada pada manusia yang memiliki kepemimpinan, empati, dan keberanian untuk hadir langsung di lapangan.

"Teknologi penting, tapi masa depan Indonesia ditentukan oleh manusia yang mau turun ke lapangan, memimpin, dan menggerakkan masyarakat. Itulah yang kami siapkan melalui Beasiswa Patriot," jelasnya.

Rapat tersebut diikuti oleh 10 Perguruan Tinggi Negeri dari berbagai daerah yang menjadi mitra program.

Melalui Beasiswa Patriot, peserta tidak hanya menempuh pendidikan, tetapi juga diberi mandat untuk mengelola potensi wilayah dan mengubahnya menjadi kegiatan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

Menurut Menteri Iftitah, kepemimpinan tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada sistem atau teknologi.

Di banyak wilayah, terutama kawasan transmigrasi, kehadiran pemimpin lapangan menjadi kunci utama pembangunan.

Baca juga: Beasiswa Patriot, Strategi Transformasi Transmigrasi lewat Penguatan SDM Unggul

"Kita butuh orang-orang yang bisa membangun kepercayaan, menyatukan masyarakat, dan mengambil keputusan di situasi nyata. Di ruang-ruang seperti inilah peran manusia tidak tergantikan," tegasnya.

Setelah menyelesaikan studi, penerima Beasiswa Patriot akan menjalani penugasan selama satu tahun di kawasan transmigrasi.

Mereka akan fokus mengembangkan sektor-sektor potensial seperti industri lokal, perikanan, kesehatan, dan teknologi terapan, sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Adblock test (Why?)



No comments:

Post a Comment