TRIBUNNEWS.COM - Pembalap Pramac Ducati, Jorge Martin memberikan gambaran bagi setiap rider yang ingin bergabung dengan pabrikan Italia tersebut.
Menurut Jorge Martin, Ducati bukanlah pabrikan yang bisa memberikan bayaran yang fantastis.
Namun berbeda jika tujuan seorang pembalap MotoGP menargetkan gelar juara dunia, maka Ducati menjadi opsi terdepan.
Sebagaiman yang diketahui, Ducati bukanlah pabrikan yang memberikan gaji tertinggi bagi pembalapnya di pentas MotoGP.
Baca juga: Jadwal MotoGP Qatar 2022 dan Jam Tayang Trans7: Bagnaia Pengin Punya Banyak Fan Seperti Rossi
Baca juga: Serba-serbi MotoGP 2022: Patung Jokowi Naik Motor Siap Nampang di Pintu Masuk Sirkuit Mandalika

Adalah Repsol Honda yang sejauh ini menjadi tim MotoGP 2022 dengan pemberi upah paling tinggi, yakni 14 juta euro kepada Marc Marquez.
Masih teringat jelas bagaimana Ducati pisah hubungan dengan Andrea Dovizioso.
Salah satu latar belakang melandasi berakhirnya kerjasama Dovi dengan Ducati lantaran tak menemukan kata sepakat soal upah.
Dovizioso saat itu menginginkan kenaikan gaji untuk MotoGP 2021. Namun Ducati tak bisa mengiyakan nominal yang diajukan rider asal Italia itu.
Walhasil, Andrea Dovizioso memilih untuk tak memperpanjang masa baktinya dengan Ducati setelah musim 2020 berakhir.
"Saya memiliki pengalaman ketika nyaris semua tim pabrikan mencari saya (diminta untuk bergabung)," buka Jorge Martin, dikutip dari Paddock-GP.