
loading...
Ekuador gagal membendung Meksiko yang mencetak dua gol melalui Julian Quinones dan Raul Jimenez. Kekalahan tersebut memupus harapan Moises Caicedo dan rekan-rekannya untuk mengulang pencapaian terbaik negara itu di Piala Dunia, yakni menembus babak 16 besar pada edisi 2006.
Beccacece menjelaskan bahwa masa kerjanya memang berakhir setelah turnamen selesai. Ia menilai target yang telah dicanangkan bersama tim belum berhasil diwujudkan, terutama ambisi menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai penampilan terbaik Ekuador sepanjang sejarah.
“Kontrak kami selesai setelah Piala Dunia. Kami belum mampu memenuhi target yang kami tetapkan untuk tampil sebaik mungkin dalam sejarah kami di turnamen ini. Karena itu, sekarang saatnya saya berpamitan,” ujar Beccacece, dikutip dari Reuters.
Sebelum tumbang dari Meksiko, Ekuador melaju ke fase gugur melalui jalur tim peringkat ketiga terbaik. Tiket tersebut mereka raih setelah mencatat kemenangan 2-1 atas Jerman pada laga terakhir Grup E.
Mundurnya Beccacece menambah daftar pelatih yang meninggalkan jabatan setelah timnya gugur di Piala Dunia 2026. Ia menjadi sosok keenam, menyusul Sabri Lamouchi dari Tunisia, Steve Clarke dari Skotlandia, Miroslav Koubek dari Republik Ceko, Hong Myung-bo dari Korea Selatan, serta Ronald Koeman dari Belanda.
(sto)