Thursday, May 7, 2026

Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026

0 comments

loading...

Menghadapi potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino, Pemprov Sumsel menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Nasional Tahun 2026 di Griya Agung, Palembang. Foto: Ist

JAKARTA - Menghadapi potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino, Pemprov Sumatera Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 di Griya Agung, Palembang. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau 2026 berlangsung bertahap sejak April dengan puncak pada Agustus.

Sementara, fenomena El Nino diprediksi berkembang pada periode Juli hingga September 2026, yang berpotensi memperparah kondisi kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini

Apel siaga ini diikuti sekitar 1.600 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah, dunia usaha, serta kelompok masyarakat peduli api. Kegiatan ini dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Djamari menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Pengendalian karhutla harus dilakukan lebih dini, lebih cepat, lebih terpadu, dan lebih tegas, dengan mengutamakan pencegahan sebelum api meluas.

Adblock test (Why?)



No comments:

Post a Comment