Sunday, August 9, 2020

Digetok Perkara Tik Tok, Besok Indeks Diperkirakan Keok

0 comments

loading...

JAKARTA - Esok hari sentimen positif dan negatif akan saling berebut pengaruhi untuk memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Semua sentimen itu datang dari dalam negeri maupun luar negeri.

Jika sentimen positif yang menang maka indeks diperkirakan akan menguat. Sebaliknya, indeks ajah terkulai jika sentimen positif itu tak berdaya dihajar sentimen negatif.

Peningkatan kasus Covid 19 masih menjadi perhatian pelaku pasar selama belum ditemukan vaksin yang efektif. Kekhawatiran yang bakal muncul lebih ke potensi ganguan pemulihan ekonomi akibat pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus.

Peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia menjadi sentimen negatif yang datang dari dalam negeri. Sementar dari luar negeri sentimen negatif itu terkait dengan situasi Amerika Serikat.

Baca Juga:

"Memanasnya konflik China dan AS menjadi perhatian pelaku pasar," kata Hans Kwee, Direktur Investama, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (9/8/2020). (Baca juga:Belum Aman, Kasus Covid-19 di Pulau Jawa Diprediksi Bertambah)

Konflik AS-China kali ini dipicu kebijakan Donald Trump yang melarang setiap perusahaan Amerika bertransaksi dengan raksasa teknologi dari China ByteDance (pembuat aplikasi Tik Tok) dan Tencent (pembuat aplikasi WeChat) selama 45 hari. Pasar khawatir China akan melakukan pembalasan dengan memblok aplikasi dari AS seperti Apple atau Microsoft.

Pelaku pasar juga menantikan kelanjutan paket stimulus Amerika untuk mengantisipasi pandemik Covid-19. Bila dicapai kesepakatan akan menjadi amunisi baru untuk penguatan Indeks.

"Bila tidak dan negosiasi lama maka pasar akan merespons dengan negatif," jelas Hans.

Let's block ads! (Why?)



No comments:

Post a Comment