Monday, June 8, 2020

Ketegangan AS dan China Belum Meningkat Jadi Pendorong Rupiah ke Rp 13.700

0 comments

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, belum terjadinya ekskalasi ketegangan Amerika Serikat (AS) dan China kembali berpotensi juga mendorong sentimen positif hari ini.

Karena itu, dia memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemungkinan masih berpotensi menguat hari ini dengan sentimen positif tersebut.

"Potensi menuju level support di Rp 13.700. Dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.000," ujarnya di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Pegawai menunjukan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di gerai penukaran uang Ayu Masagung di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar rupiah terus tertekan sejak beberapa pekan terakhir, terutama setelah merebaknya wabah virus covid-19. Rupiah, kini selalu berada di atas Rp 15 ribu per dolar AS. Tribunnews/Jeprima
Pegawai menunjukan uang dolar Amerika Serikat dan rupiah di gerai penukaran uang Ayu Masagung di Jalan Kramat Kwitang, Senen, Jakarta Pusa

Sementara itu, Ariston menjelaskan, hari ini kemungkinan sentimen positif dari AS masih akan mendorong penguatan aset-aset berisiko.

"Data tenaga kerja AS, nonfarm payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran bulan Mei, yang dirilis Jumat malam, yang hasilnya di luar dugaan lebih bagus dari proyeksi, menjadi faktor pemicu baru pembelian aset-aset berisiko," katanya.

Data NFP bulan Mei menunjukkan penambahan jumlah orang yang dipekerjakan di luar sektor pertanian dan pemerintahan sebesar 2,5 juta orang.

Padahal, sebelumnya para analis memperkirakan terjadi pengurangan sebesar 7,7 juta, sehingga tingkat pengangguran pun turun menjadi 13,3 persen dari sebelumnya 14,7 persen.

"Data tenaga kerja AS yang lebih baik ini karena kebijakan AS yang sudah mulai membuka perekonomiannya meskipun masih terkena wabah. Pasar pun masih berekspektasi positif terhadap upaya pembukaan ekonomi di negara-negara pandemi yang lain," pungkasnya.

Aliansi Anti-China

Let's block ads! (Why?)



No comments:

Post a Comment