Sunday, September 25, 2022

Pengamat Sebut Rupiah pada Pekan Depan Masih Berada di Atas Rp 15.000 Terhadap Dolar AS 

0 comments

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin  (26/9/2022) besok berpotensi mengalami pelemahan.

Fluktuasi mata uang Garuda masih terpengaruh sejumlah sentimen eksternal maupun internal.

Pengamat Pasar Keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah terdampak sentimen The Fed yang menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi di AS.

Baca juga: Kenaikan Suku Bunga Acuan Tak Mampu Kerek Rupiah, Posisi Akhir Pekan Rp 15.037 per dolar AS

Bank Sentral AS tersebut pada hari Rabu (21/9/2022) menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin dan mengisyaratkan bahwa suku bunganya akan naik lebih tinggi dan tetap tinggi lebih lama dari yang diperkirakan pasar sebelumnya.

Pelemahan rupiah sebenarnya telah terjadi sejak beberapa hari yang lalu.

"Pada akhir pekan (23/9) mata uang rupiah ditutup melemah 14 point walaupun sebelumnya sempat melemah 15 point dilevel Rp15.037 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.203," ucap Ibrahim dalam keterangannya kepada Tribunnews dikutip Minggu (25/9/2022).

"Sedangkan untuk perdagangan senen depan (26/9), mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp15.020 hingga Rp15.070," sambungnya.

Sebagai tambahan informasi, setiap kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat, alias the Fed, menimbulkan sentimen terhadap pasar saham, obligasi, transaksi komoditas, hingga perekonomian global.

Ada sejumlah hal yang membuat kebijakan the Fed sangat mempengaruhi perekonomian di dunia.

Adblock test (Why?)



No comments:

Post a Comment