TRIBUNNEWS.COM - Sosoknya religius, di tangan kananya tertulis sebuah kalimat yang menunjukkan keimanannya.
Tertulis sebuah ayat dari Alkitab, Psalm ayat 23, ia juga rajin mengunjugi Gereja di Keningston London.
Olivier Giroud, juga dikenal di Arsenal dan Chelsea sebagai pria yang lebih pendiam, dan menghabiskan Minggu paginya secara taat di Gereja.
Giroud adalah orang yang tenang, ia tidak terlalu banyak protes ketika duduk manis di bangku cadangan, tetapi selalu siap ketika dibutuhkan.
Baca juga: Manchester United Bajak Pelatih Chelsea untuk Benahi Skema Bola Mati, Harry Maguire Jadi Sasaran
Baca juga: Situasi Tak Ideal Tuchel bersama Chelsea, Juventus, AC Milan, dan Inter Gembosi Kekuatan The Blues
Arsenal tidak salah memboyongnya dari Montpellier, 105 penampilan dicatatnya bersama The Gunners.
Namun, namanya tetap membuat supporter Arsenal tersenyum sinis, pasalnya, klub asal London Utara ini mengincar Aubameyang yang bermain di St. Etienne.
Talent scout Arsenal, Giller Grimandi, meyakinkan Arsenal untuk merekrut Giroud, ia saat itu diproyeksikan menggantikan van Persie yang hengkang ke Manchester United.
Pun kedatangannya ke Arsenal bukanlah sebagai pilihan utama, ia hanya back up dari Lukas Podolski yang ternyata tidak sesuai ekspektasi.
Tapi Giroud tidak peduli, ia tetap menampilkan permainan yang apik ketika diturunkan, dan menjawab kritikan supporter Arsenal.
Ketika Arsenal mencoba mendatangkan Luis Suarez, Gonzalo Higuain hingga Demba Ba, Giroud tetap fokus dengan permaiannya.