Pihak berwenang dan sumber militer Myanmar mengungkapkan hal itu pada Selasa (22/6).
Pertempuran telah berkobar di penjuru Myanmar sejak kudeta Februari ketika orang-orang membentuk "pasukan pertahanan" untuk memerangi tindakan brutal militer terhadap perbedaan pendapat.
Baca juga: Puluhan Website Terkait Iran Disita, Diganti Tulisan Penegakan Hukum AS
Meski demikian, bentrokan sebagian besar terjadi di daerah pedesaan.
Baca juga: PBB Khawatir Taliban Untung Besar dengan Penarikan Pasukan Asing
“Bertindak atas perintah, pasukan keamanan menggerebek satu rumah di kotapraja Chan Mya Tharsi Mandalay pada Selasa pagi, lalu disambut dengan tembakan senjata ringan dan granat,” ungkap pernyataan tim informasi junta.
Baca juga: Kapal Induk Terbaru Inggris Perangi ISIS, Rusia Terpancing Adu Kuat
“Dua aparat Myanmar tewas dalam serangan itu. Sekitar sepuluh orang terluka,” papar sumber-sumber militer.