"Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan sekutu NATO-nya telah secara signifikan meningkatkan penelitian biologi di banyak negara di seluruh dunia," ujar Patrushev.
"AS sedang mengembangkan rencana aksi individu untuk setiap negara berdasarkan kebutuhan program biologis nasional, terutama program militer," imbuhnya seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Rusia, Selasa (11/5/2021).
Baca juga: Presiden Brazil Duga COVID-19 Dibuat di Lab untuk Perang Biologis
Ia mengungkapkan bahwa rencana-rencana ini dilaksanakan melalui "program yang keras" seperti Kemitraan Global Melawan Penyebaran Senjata dan Bahan Pemusnah Massal, Komitmen Biologis Bersama, dan Pengurangan Ancaman Bersama di sejumlah negara.
Ia pun menyatakan keprihatinan tentang pendekatan ahli biologi militer dari AS dan sekutu NATO-nya ke perbatasan Rusia, karena mikroba mematikan dari laboratorium AS dan NATO yang terletak di dekat perbatasan negara dapat "secara tidak sengaja" dilepaskan ke alam dan mengarah ke penghancuran massa baik di Rusia dan tetangganya.
Bulan lalu, Patrushev mengatakan kepada surat kabar Rusia Kommersant bahwa AS menciptakan lebih banyak laboratorium biologi di seluruh dunia, terutama di dekat perbatasan Rusia dan China.
Baca juga: Laporan Intelijen: Iran Dorong Program Senjata Pemusnah Massal
"Ada alasan kuat untuk percaya bahwa senjata biologis sedang dikembangkan di laboratorium ini," kata pejabat Rusia itu.